Showing posts with label bangkutaman. Show all posts
Showing posts with label bangkutaman. Show all posts

Tuesday, February 15, 2011

My Personal Note: Bangkutaman, Ode Buat Medan.


Seminggu yg lalu (5/2) saya agak ‘shock’ sebenernya baca schedule manggung Bangkutaman. Mereka bakal main di USU. Saya coba konfirmasi ke Irwin (Gitaris sekaligus Manajer Bangkutaman) ternyata kabar itu benar adanya. Serius, saya senang banget. Ini kedua kalinya saya lihat gigsnya Bangkutaman. Pertama kali waktu mereka Tur dengan Jangan Marah Record di Jogja bersam Efek Rumah Kaca, Zeke Khaseli, dan The Kucrut.

Saya tahu saya akan ekstase. Terakhir saya ekstase ketika nonton Melancholic Bitch di TBY pertengahan tahun 2010. Maka, ekstase itu terulang lagi malam ini sabtu (12/2).. Hello, I’m Flying with those indie band. With their Music.. Ahh!

Sekitar pukul 19.00 Bangkutaman posting di twitter bahwa mereka sudah di USU dan mereka akan tampil setelah dua opening band. Secara otomatis saya langsung reply ‘bang di ruangan mana? Mau minta foto’ saya sadar bahwa twit itu adalah twit yg sangat katrok (Re: minta poto). Tak lama di balas ‘kami di backstage sebelah kiri’. Saya langsung berlari mengajak sahabat saya ‘Risky Armila’. Tiba di Backstage kok sepi ya. Kok gak ada ruangan artisnya. Tiba2 mata saya tertuju sesosok pria berkacamata dengan kumis melingkar dan harmonika tergantung di leher. Yeee, he’s ACUM. Mereka bertiga berdiri seperti orang biasa, tidak ada kerumunan, tak ada yg menyadari bahwa mereka guest star malam itu.. Saya langsung berlari menghampiri ke tiganya. Dan saat itu saya dan Acum langsung Toss seolah olah teman lama, padahal itu pertama kalinya saya bertemu secara personal. Saya langsung teriak ‘wee, wong Jogja’ hahaa.. Saya pun menyalami Irwin dan Dedyk. Saya langsung pake ilmu diplomasi kebudayaan saya dong, ‘saya pernah nonton di jogja waktu bareng jangan marah’. ‘Oh ya, kenapa sekarang di medan? ’ Saya dulu kuliah di jogja sekarang balik kampung ke Medan’ ‘Wa, lulusan jogja semua ni.. Bla bla bla bla’. Cerita pun berlanjut selama 5 menit. Sungguh mereka menyambut saya dengan terbuka dan sangat ramah. Saya seperti merasa Reuni Alumni Jogjakarta.. Hahaa.. Bahkan di hal seperti ini pun Jogja masih memberikan alasan pada saya kenapa dia begitu istimewa. :). Belakangan tetep ya saya minta foto bareng..hahaa.. Saya juga tanyakan apakah akan membawakan semua lagu di Album Terbaik 2010 versi Rolling Stone ‘Ode Buat Kota’. Iya kata Acum. Padahal saya juga pengen dengar ‘Satelite’ yg tak ada di album itu. Perbincangan pun terpotong karna ada yang minta foto bareng. ‘Perasaan tadi gak ada yg minta foto sebelum kita ke sini, kenapa sekarang ngantri ya’ umpat saya dalam hati.

The show would begin!
Saya pernah berjanji tidak akan membawa ‘DSLR Alpha’ saya waktu nonton Bangkutaman. Sejujurnya saya suka foto stage. Tapi tidak kali ini. Kenapa? Serius saya cuma mau menjadi penikmat musik saat nonton gigs mereka. Saya cuma mau menjalani ritual ini dengan khusuk. Baiklah saya mulai dari menikmati mereka check sound. Menyetel ‘gear’ masing - masing. Memandang Justinus Irwin memastikan bahwa gitarnya siap tempur. Memperhatikan Wahyu ‘acum’ Nugroho membetot pelan bass nya kemudian memastikan bahwa harmonikanya telah aman dan tepat di depan bibirnya. Dari kejauhan juga saya mencari - cari Dedyk E Nugroho sang pengacara memukul pelan se set drum di depannya, atau sekedar memutar mutar stik nya.

‘Hilangkan raut muka berpura - pura. Hilangkan seribu senyuman tanpa muara. Hilangkan keangkuahan. Hilangkan semua sanjungan. Ku takkan dengar. Hilaaaanggggkaaaaannnnn, semua dariku’

Ekstase saya pun dimulai dengan ‘Hilangkan’ lagu kemarahan personal pada mereka yg di Senayan.
Secara pribadi saya selalu suka band (indie) yg concern pada perpolitikan.
Sebenarnya gigs ini 90 derajat beda sama yg di Jogja. Waktu itu di Jogja (Mei 2010) penonton sing along karena memang banyak yg tahu bangkutaman. Namun di sini, hanya beberapa orang saja yang ikut sing along termasuk saya. Wajar sih, sebanarnya banyak yang gak tau terutama yang gak terlalu tau sama band Indie. Selama lebih dari 10 tahun bersama sebenarnya Bangkutaman udah ngeluarin 2 album. Memang yg lebih booming adalah Ode Buat Kota keluaran Jangan Marah Record (Label milik Efek Rumah Kaca). Tahun 2010 ‘Ode Buat Kota’ pun sering di putar di radio - radio baik di Jogja maupun kota lain.

Kembali ke konser malam ini. Saya ekstase, saya sendiri. Saya sing along, saya tepuk tangan, saya goyangkan kaki, sebenarnya saya pengen loncat tapi saya sadar badan yg segaban ini. Saya gak perduli orang - orang melirik ke saya yang nyanyi sambil teriak - teriak. Seluruh dunia harus tahu, saya EKSTASE. Siapa suruh lu lu pada gak tau Bangkutaman jadi gak bisa sing along kan. Hahaa..

ALUSI pun menjadi lagu kedua. Banyak penonton yg teriak waktu dendangkan ALUSI. Kenapa? Karna Alusi itu bahasa batak yg artinya ‘Ngomong dong sama gue’. Saya sendiri belum paham sih apa arti ALUSI di lagu itu.. ALUSI ALUSI.. Atau jangan2 sebenarnya ini akronim dari Ah Lu Sih.. Hahaa.. Forget it.

Pasca Alusi, dua MC menyebalkan pun memotong ekstase saya dengan semena - mena. Apa coba! Mereka mengumumkan juara2 lomba dan penyerahan hadiah.. What?. Saya aja males ya liatnya..

Oke, karena bakat saya adalah mengkritik maka di paragraf ini saya akan sempatkan mengkritik dua MC ini. Pertama, harusnya sebelum mereka nge MC tolonglah ya kak bang, di kenal dulu bangkutaman itu siapa, namanya siapa aja, asalnya dari mana, minimal kamu sok tahu lah satu aja lagu mereka, minimal tahu lah 0DE BUAT KOTA walaupun hanya na na na na na nya aja. Jadi kamu gak perlu nanya, ‘mas namanya siapa?’ Mereka itu guest star mbak, bukan penonton yg lagi ikut kuis atau game’. Apalagi MC yg cowok bilangin Irwin ‘mas yang di sebelah kiri’ serius, harusnya itu gak perlu terjadi kalau mereka mau searching barang 5 menit apa dan siapa bangkutaman.
Kedua, tentu sajalah pemotongan2 di tengah2 gigs mereka. Itu sungguh mengganggu!

Baiklah, karena tulisan ini sebenarnya sangat personal, biarlah saya meneguhkan kesarkasan saya.. Hahaaa..

Lanjut ke lagu ketiga yg balade ‘Jalan Pulang’ kata acum ini cerita tentang kereta api perjalan mereka dari Jogja ke Jakarta. Ya, dulunya anak rantau mereka ini.. Jogja tempat mereka belajar dan Jakarta kampung halaman mereka. Sungguh di catatan ini saya gak akan komentar tentang petikannya Irwin, Betotannya Acum, atau Gebukannya Dedyk. Karena saya gak ahli menilai skill bermusik dan genre. :)

‘Menjadi Manusia’ sangat filosopis sebenarnya lagu ini.. ’ Makna itu mati jika manusia hanya marah dan bermimpi. Bumi surga tak pernah serasi, itu kata pasti. Tutup mulut dan coba menunduk kita semua yg terkecil. Berfikir di tepi detik jauhi akhir. Jangan memuji bila tak mengerti suara hati’
Keren banget kan ya. Manusia itu jangan marah dan mimpi doang, usaha dan harus sadar apa yg dia lakuin. ‘Jangan memuji bila tak mengerti suara hati!’


Dan lagu favorit saya pun teralun dan membuat saya semakin EKSTASE. Catch me when I fall. Track terakhir di album ode buat kota ini memang punya daya pikat luar biasa. Bunyi harmonika acum di intro lagu mampu menghipnotis siapa pun. ‘Wooooo, catch me when I fall, when the sunshine will always shine for you, you know it’s true’. Saya pun makin menggila.. Maaf ya risky armila, pasti kelihatan kayak orng stress ya tadi..

Saya sangat menyesalkan bahwa lagu keenam menjadi lagu penutup. CUMA 6 lagu? Harusnya kan 10 biar satu album OBK. Pengennya sih gitu ya.. Saya pun sudah yakin bahwa lagu ODE BUAT KOTA adalah klimaks dari gigs mereka. Yang membuat OBK ini sangat impresif adalah na na na na na nya. Bagi yg tidak terbiasa mendengar lagu berat, na na na itu tentu stimulus yg ampuh untuk menyukai OBK.. Para audiens pun tepuk tangan ala na na na na.. Lagu ini tentu saja satir. Yang ingin di protes di sindir dengan pujian. Makanya di sebut ODE pdahl isinya sindiran buat Jakarta yg ruwet mak kedundut.

Bangkutaman pun turun dan menuju backstage dan segera dikerubungi oleh fans baru maupun yang sekedar ingin foto saja. Si risky ingin foto berdua dengan Irwin karena menurutnya senyum Irwin itu maut banget.. Hahaa..

Acum, Irwin, dan dedyk pun dikerubungi para penonton. Pasca foto saya pun mengajak Dedyk yg kebetulan tidak sesibuk irwin dan acum yg menjatah foto bareng. Bang Dedyk ternyata pernah tinggal di Sidikalang selama 5 tahun. ‘Wah, pantas mengalir darah pengacara ya bang’ goda saya.. ‘Hahaa, benar. Udah melekat ini’ balasnya. Bang Dedyk bilang sama saya ‘kalo ke Jakarta bilang2 ya atau mudah2an kita bisa ketemu di Jogja lagi,’. Saya tahu itu cuma basa basi, tpi itu menunjukkan dia menghargai saya. Lagi2 percakapan pun harus terpotong karena ada yang mau foto bareng. Saya pun pamit ke bang Dedyk. Saya juga menyempatkan memberikan buku Fira Basuki yg baru saya beli tadi sore kepada Irwin. Kenapa Irwin? Simple sih, karena selama ini tidak sekali pun Irwin tidak membalas apa saja yg saya tanya di FB. He’s so kind. Bahkan saya punya sebuah album di FB dengan nama album ‘Justinus Irwin’ berisi 5 foto Irwin yg saya shoot dengan Alpha saya Mei 2010 di purnabudaya UGM.

Di lain sisi yang membuat saya senang malam ini adalah saya bisa secara langsung dengar (lagi) acum di sela sela menyanyi bilang ‘Oya’ it’s so cool anyway :)

Saya tahu catatan ini sangat personal dan tidak mengandung unsur materi musik sama sekali. But, I am totally Happy tonight to see Acum, Irwin, and Dedyk.

Oia, buat panitia. Plis ya backdrop nya itu. BANGKUTAMAN bukan BANGKU TAMAN.

Demikian.

Friday, May 14, 2010

Yang Lain Dari Jangan Marah Record Tour





















ERK















Moment ini udah ku tunggu sejak tepat setahun yang lalu. Setahun yang lalu Efek Rumah Kaca (ERK) unjuk aksi di Yogyakarta(YK), apa mau di kata, organisasi menuntut kader termasuk aku untuk melaksanakan agenda organisasi secara disiplin dan aku mengorbankan luar biasanya panggung ERK setahun yang lalu. Beberapa minggu lalu, teman semagangku memberi tahu aku bahwa ERK bakal manggung di YK.. Alhamdulillah, ini yang ku tunggu. Karena temenku ini tahunya dari fb, langsung dah ku bongkar2 invitation jangan marah record tour ini. Satu benang merah penting yang ku dapat saat mengiyakan invitation maya tersebut, yakni beli tiketnya di Demangan tepatnya di sebuah distro yang menjadi sponsor lokal konser ini. Beuh, dimana pula Demangan itu.. Maklum bukan anak gaul..

Perjuangan pun di mulai.
Hari itu juga dan beberapa hari kemudian aku sibuk bergelut dengan google map. tanya sana sini, dimanakah demangan itu..Jawaban tak kunjung ada, google map pun menyajikan jawaban yang cukup absurd. Sampai pada akhirnya aku bertanya pada seorang teman yang awalnya aku gak yakin kalo dia tahu demangan. Ternyata aku salah besar, beruntungnya dia tahu tempat iti. "Belokan kiri sebelum lampu merah UIN,"tulisnya di sms. Sore harinya, aku bersama 3 temanku (sebagai peramai gak ada niat mereka sedikit pun untuk nonton ERK) nyari tiket. Aku udah pasrah, nyasar-nyasar deh.. Menuju tempat seperti yang tertera di SMS. aku mulai merasa gak enak hati... Munculla kejadian konyol. Demangan itu adalah daerah tempat karokean aku and anak sekre.. Busyet dahhhh!!( mukaku pun tampak bodoh dan geli) dan beberapa puluh meter dari tempat karokean langgananku itu, Distro itu nangkring..

"Hadohhh..heboh kali nanya demangan dimana, ternyata di shelter toh!!"ungkapku dalam hati.
Yup, akhirnya tiket pun terbeli. Aku beli dua, buatku dan andika, teman yang juga tergila gila sama ERK.

Well. hari pertunjukan pun tiba, kamis (13/5) pulak.. Habis magrib kira-kira 17.45 aku berangkat ke UGM. Hujannya luar biasa. Ah, tak apalah, ini yang ku tunggu dari setahun yang lalu, APAPUN UNTUK ERK SORE INI, ini mottoku pada hari itu. Sepanjang jalan dengan hujan yang tajam bila terkena wajah dikupingku terus teralun lagu SORE dari HP bututku. Selama perjalanan dari kos ke UGM aku dengar lagu Karolina, Layu, Lihat, Mata Berdebut, dan No Fruit for Today. Sore di bawah hujan,mungkin itu judul yang cocok untuk peristiwa itu. No Fruit for today semakin greget di bawah hujan..:D..

Sampai di UGM, 18.15. dan sesuai jadwal di tiket acara dimulai pukul 18.30. Ku pikir saat itu tempat udah rame, orang sudah berdesak-desakan dan mengantri untuk masuk ke center pertunjukan. Wah, realita memang tidak selalu sama dengan perkiraan. ternyata tempatnya masih sepi. hanya ada sekitar belasan orang dan panitianya juga belum buka stand untuk penukaran kwitansi. Tak berapa lama Andika pun datang. Ngobrol ngalor ngidul di temanin lagunya FRAU yang di pasang panitia.

Ternyata acaranya ngaret cukup sangat lama. Sekitar 1,5 jam. Jam 8 para penonton baru dipersilahkan masuk ke tempat pertunjukan..
Tak apalah..
Sebelum masuk, si Andika minta di potoin di tempat pameran distro

Di dalam pun masih aja nunggu. Terlalu lama nyiapin sound panitianya...
okelah tak apa..
semua penonton pun ngeleseh ( nonton konser kok yo ngeleseh.. tapi itulah jogja)...
Aku dan Dika duduk di barisan ketiga.. biar bisa liat artisnya secara jelas..hahahahaha

Akhirnya band pertama muncul..
Yakuyaya.. band indie jogja yang belum ngeluarin album, digawangi Duta dan Adam So7..
Adam dan Duta, memoria puberitas..hahaha..betapa ngefansnya aku sama sheila on 7 waktu SMP sampai SMA, tapi sekarang gak lagi..:D
Aku pun melihat secara jelas idola masa laluku itu, ternyata Adam lebih kurus dari pada yang ku pikirkan, dan tampaknya kulitnya bersih dan terawat...hahaha
Yakuyaya pun membawakan 5 lagu. 4 lagu mereka sendiri dan satunya lagu Jhon Mayer, Bigger than my Body. Acarapun di buka cukup hangat oleh yakuyaya.. (jangan cerita aliran musik ato apalah, gak ngerti aku)..
Di sini semua penonton yang berkisar 700 an orang, semuanya ngeleseh.. (khas)

Setelah itu, the kucrut pun masuk.. beuh ternyata vokalisnya yang main di si Entong, Ronaldo wati, pokoknya sinetron anak2 yang di TPI itu lah...
Kacamatanya yang kayak capung itu bisa kelap kelip..hahaha..Vokalisnya asik banget..Lucu sih..
The kucrut ini bilang aliran musiknya gets rock (bener gak ini nulisnya). aku sih dengernya malah kayak model SKJ 94...Suasana cukup meriah banyak ketawanya. karena ulah vokalisnya yang aneh tapi lucu itu..hahah.. tapi semua penonton masih tetap lesehan..

Band ke tiga, Zeke Kashali.. Serius, aku aneh denger band ini.. gak bisa kasih penilaian bagus ato jelek (emang sapa eke y) tapi agak mistis..hhahah (pengaruh malam jumat apa y? :D ). mereka pake konsep teatrikal gitu, awalnya personelnya pada pake topeng, kemudian muncul pemain karate, Ultramen, Perempuan penyihir, penyihir laki-laki, badut kelinci, dan badut obama..(sorry om, I call badut, I can't find better word)..

Tapi waktu zeke ini manggung, rasanya pengen bilang,,"Cepetan dong," seraya ngelihat jam di tangan udah jam sepuluh kurang. (Alamat gak bisa balik ke kos nee)...
Para penonton pun masih konsisten lesehan...

Sebenarnya dengan lesehan, aku lebih dimudahkan untuk memoto para musisi itu... Ini pengalaman petamaku foto stage, dengan ligthing stage yang warna warni kadang gelap kadang terang.. aku gak punya tehnik sama sekali..Huuffff...

Masuk band keempat, Bangkutaman, dari Jakarta juga. Aku sih baru dengar, aku kira mereka band baru, eh ternyata mereka da 10 tahun nge band, dan berasal dari jogja sebenarnya. Tapi pernah 3 tahun vakum, sampai akhirnya mereka launch album baru tahun 2009 (kalo gak salah, malas check and balance ke google) :D..


Bangkutaman ngajak para penonton berdiri...
Suasana pun mulai panas, ternyata banyak dari penonton yang tahu lagu bangkutaman. Wah, ternyata lagunya enak2. katanya alirannya brit-pop... penonton pun mulai ikut bernyanyi bersama sang artis. Aku cuma sibuk moto2 karena aku gak tau lagunya.. tapi tetap menikmati kok...
Aku mulai kesusahan memoto. Walaupun aku pake tele. tapi yang di depan ku tinggi2 semua. kayaknya ada 180cm.. Aku bilang ke dika,"aduh dik, gimana ni mau moto yang di depanku tinggi banget ne," eh ternyata mas-nya denger. Dan mas nya pun agak geser ke samping.. Asikkk. dapat ruang yang lebih bisa liat stage. tapi tetap masih gak segampang waktu duduk. hasil potonya jadi agak kayak framing. padahal itu kena rambunya mbak-mbak yang di depanku.. huuuuu...
Satu hal ku sadari waktu Bangkutaman tampil.. Gitarisnya ternyata Cakep...:DD

Akhirnya yang ditunggu oleh kebanyakan penonton pun dipanggil...
"EFEK RUMAH KACA,"seru mc...
Huuuuu..
Semua penonton berdiri dan semuanya ingin di depan..
untung aku di barisan ketiga..lumanyanlah...:D

Cholil, Akbar, dan Adrian pun muncul..(ada pulak itu yang nerikin cholil pake choli) beuhh...
Cholil tidak terlalu banyak ngomong cuma bilang selamat malam Jogja...
di mulailah
TUBUHMU MEMBIRU TRAGIS...
Intro yang menghanyutkan pun terdengar
langsung hampir semua penonton nyanyi..
Kalo dari headset aku dengar lagu ini aku benar-benar bisa merasakan sensasi loncat untuk bunuh diri itu..
melayang......
Sensasi itu tidak hilang ketika mendengar lagu ini secara live.. perasaan melayang itu semakin kuat.. kita seperti di tarik ke sebuah dunia bernama entah apa oleh ERK....
Cholil menyanyikan lagu ini dan semua lagu dengan penuh penghayatan. dia benar2 memahami apa yang ada di lagu itu, bukan hanya menyanyi saja.

Lagu ke dua, KAU DAN AKU MENUJU RUANG HAMPA, lagu favoritku..akh...
semuanya masih menyanyi..
gak ada komentar yang bisa terucap lagi kecuali luar biasa. rasanya semua kehujanan, menunggu dan hambatan lain yang menyebalkan terbayar lunas oleh performance mereka..
"Kau belah dadaku mengganti isinya. Rusak pikiranku memori terhapus, kau kunci mulutku menjerit kepahitan,"..spektakuler..

Berikutnya lagu melanchoila.. haaaa.......pertamax.. ERK itu cuma bertiga tapi kenapa musik mereka terasa sangat kuat y.. kalau sore, mereka banyak dan instrumen yang dimainkan juga cukup banyk sehingga variatif dan hidup. tapi ERK, bertiga dengan nuansa kelam mampu menghidupkan melancholia...Kemudian, Balerina, lagunya ceria banget..cheerfull gitu..hahah.. Aku lupa mana yang duluan melancholia atau BAlerina..wesslah...
Sebelah Mata (aku gak tahu lagu ini) tapi penonton yang lain tahu.. penontonnya juga luar bisa.. semua autis. serasa ini dunia mereka sendiri, termasuk aku.. hehehehe..

Saat ERK tampil aku lebih banyak menikmati musik di bandingkan memoto. I'm sorry Alpha, ternyata ERk memberikan Impress yang lebih..
hahahaha...

Jangan bakar buku.Kenakalan Remaja di Era Informatika, di Udara, dan Mosi tidak Percaya tak ketinggalan. Namun di Mosi tidak percaya, Cholil agak bermasalah dengan tempo dan nada.. tapi itu bukan masalah.. . semuanya tetap luar biasa..

Cholil pun mengganti gitar listriknya jadi gitar akustik. penoton sudah yakin pasti Desember.. Namun agak meleset.. ternyata yang dinyanyikan Lagu Kesepian."Dimana terang yang kau janjikan aku kesepian,".. ahh, jika kalian mendengarkan dan menikmatinya baik2 pasti kalian akan merasakan kesepian pula....ckckckckc.. kagumm ini tidak bisa dihentikan..
Setelah itu baru desember...beh..laguku kali ini..udah gak bisa ditawar-tawar lagi..

Sekali lagi, cholil Mahmud yang semakin tembem itu bernyanyi dengan penuh penghayatan. Aku juga sangat suka dengan back vokalnya Adrian, luar biasa. dia bisa ngeluarin suara uuu,aaaa,ooo ayng persis seperti di rekaman..Akbar juga selain di desember dan lagu kesepian menabuh dengan penuh semangat dan terlihat sangat berenergi..Aku baru tahu kalau Akbar itu ternyata kakaknya Indra Bekti.. Kok Iso?
kayaknya kok beda banget ya....

Di tengah - tengah konser Andika pulang karena harus menyelesaikan masalah keluarga..hahahah ..tua banget sih..
Akhirnya tinggallah aku sendiri.. Gak apalah yang penting enjoy, beibe..

Panitia mengingatkan ERK untuk hanya membawakan dua lagu lagi saja.. Huuaaa. drum dan gitar pun mulai dimainkan, ada yang hilang............ menjadi Indonesia...beuh. Cuci muka biar terlihat segar..(Apalagi yang mesti ku tulis, udah writeless aku)..hahaha..
LAgu penutup pun akan segera ditembakkan. Eh ternyata semua musisi mulai dari the kucrut, zeke khaseli dan Bangkutaman semuanya naik ke panggung dan dengan heboh bersama penonton menyenyikan lagu yang masuk dalam 150 lagu indonesia terbaik sepanjang masa versi rolling stone....CINTA MELULU. lagu yang memperkenalkan ERK ke khalayak...
Uuuuu...uuuu..u....uuuuu...uuu..uuuuuuuuuuuu.....
berakhirlah konser itu..

Sebenarnya aku ingin sekali menghampiri cholil dan bilang,"bang, salam buat ade firza paloh, kapan SORE ke Jogja?"..pengen banget

Konser pun berakhir..Hhaaa..mulai cemas harus kemana dan tidur dimana.. Akhirnya kuputuskan untuk nginap di warnet deket kos aja..hahahaha..

meluncur dari UGM, ke restoran cepat saji 24 jam di sudirman. Belum makan dari siang bo, sampe jam set 1 pagi...makan lah sendiri di antara orang2 yang gak ku kenal sama sekali jam set 1 pagi..yayayaya..gak peduli lah yang penting selamat aku jasmani rohani..hahaha

makan selesai meluncur ke daerah lingkar selatan. Sepanjang jalan sepi.. kadang was-was juga, tapi dilain sisi seneng juga nikmatin malamnya jogja..aku baru tau ada bapak2 tidur pas di bawah tiang lampu merah nol kilometer malioboro. Ah, tragis....

Mulai PKU sampai lingkar selatan seppiiiiiiiiii kali.. kayak jalan cuma punyaku sendiri..hahaha....
akhirnya nyampe di warnet.
Mas-mas penjaga warnet bingung...ada perempuan berjilbab pula ke warnet jam satu pagi.. aku senyum2 ajalah. di medan aku juga pernah kayak gini, malah lebih tragis..:')

Mulailah di warnet.. Gak ada kerjaan ku Upload lah poto2 di stage itu. Pasti orang2 mikir aku maruk.. tapi memang gak ada kerjaan trus aku ngapai lagi coba..jam set 3 aku mulai ngantuk untung kursi di warnet ini kayak model sofa mana biliknya ada pintu.. jadi molorlah aku sampe jam set 5 kadang2 kebangun karena dengar suara orang jalan n musik yang gak berhenti-berhenti... Bagi kaian yang kosnya tutup jam 9 kayak aku, kalo kemalaman nyampe jam 1 ato dua. tidur lah di warnet.. tak rekomendasiin di Ilalang..hahahaha...

Akhirnya terbangun dan menulis note inilah..karena gak ada kerjaan juga..
You know, aku kayak gini cuma mau liat ERK yang jenius dan lua bisa itu..
Viva ERK!!